Pohon
Inang Favorit Epifit di Kawasan Rowo Bayu, Kec.Songgon, Banyuwangi
Maryam A.L. November , 14 2016. Malang
Apa epifit itu?
Sebagian besar orang-orang menjawab anggrek dan paku. Namun sebenarnya tidak
hanya itu, ada banyak tumbuhan yang dapat diklasifikasikan ke dalam epifit,
antara lain lumut, jamur, lichen dan lain-lain. Tumbuhan epifit tumbuh
menumpang pada pohon inangnya dan bukan tergolong tumbuhan parasit. Untuk
pertumbuhannya, tumbuhan epifit dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain
faktor iklim dan pohon tempatnya menempel atau biasa disebut pohon inang
epifit. Akan tetapi pembahasan , kali
ini akan lebih mengarah pada pohon inang dari tumbuhan epifit.
Epifit banyak
dijumpai di berbagai pelosok negeri. Salah satu tempat yang bagus untuk eksplorasi
tumbuhan epifit adalah kawasan Roro Bayu Banyuwangi. Tidak banyak orang
mengetahui daerah tersebut, karena tempatnya yang masih asri dan dekat dengan
hutan sekunder. Rowo Bayu sendiri terbagi menjadi tiga lokasi, pertama adalah
pemukiman warga setempat, kedua adalah lahan Agroforestri yang dikelola oleh
Dinas Perkebunan dan yang ketiga adalah wilayah Hutan Sekunder yang dikelola
oleh Perhutani. Di kawasan Rowo Bayu banyak dijumpai tumbuhan epifit. Pohon
inang dari epifit yang ditemukan berbeda-beda sesuai dengan lokasinya, sebagian
besar epifit menempel pada pohon tua yang tinggi dan berdiameter batang yang
lebar, sehingga semakin besar pohon inang, maka akan semakin banyak tumbuhan
epifit yang ditemukan dalam satu pohon tersebut. pengukuran diameter batang
pohon epifit dapat dilakukan dengan menggunakan meteran (Gambar 1)
Gambar 1.
Pengukuran diameter batang pohon inang epifit
Di Kawasan Rowo
Bayu, lokasi Hutan Sekunder merupakan tempat yang paling cocok untuk tumbuh
bagi epifit dibandingkan dua lokasi lainnya. Hal tersebut dikarenakan Hutan
Sekunder merupakan habitat asli dari tumbuha epifit. Di lokasi tersebut, pohon
inang yang ditumbuhi oleh epifit juga bermacam-macam, antara lain
Ficus sp., Papilionaceae, Athocarpus sp. (Bendo),
Euphorbiaceae, Quercus. L. (Pasang) dan lain-lain. Pohon-pohon tersebut merupakan
tumbuhan lokal asli dari wilayah Indonesia. Berbeda dengan lokasi Agroforestri
yang umumnya ditumbuhi oleh pohon Pinus (Pinus merkusii) dan Mahoni (Swetenia
Mahagoni), dimana pohon Mahoni bukan merupakan pohon lokal asli Indonesia,
sehingga tidak banyak ditemukan tumbuhan epifit yang menempel pada pohon
tersebut. Sedangkan untuk lokasi pemukiman warga, banyak dijumpai tumbuhan
epifit. Hal tersebut terjadi karena sebagian besar warga sekitar mengambil
tumbuhan epifit dari hutan sebagai hiasan di rumahnya (Gambar 2)
Gambar 2. Pohon
rambutan sebagai inang epifit yang ditanam warga
Dari pengamatan yang
dilakukan, diketahui ciri-ciri dari pohon inang yang banyak ditumbuhi oleh
tumbuhan epifit, antara lain adalah pohon telah dewasa (semakin tinggi batang,
dan semakin lebar diameter batang, maka akan semakin banyak ditumbuhi tumbuhan
epifit), tinggi batang antara 3-40 m, diameter batang antara 8-160 cm dan
umumnya dengan percabangan simpodial. Selanjutnya adalah permukaan batang
pohon. Tumbuhan epifit umumnya tumbuh pada permukaan batang pohon yang kasar
(Gambar 3). Selain itu tumbuhan epifit akan mudah tumbuh pada tumbuhan lokal
(asli Indonesia). Zonasi pertumbuhan epifit pada pohon inang juga berpengaruh.
Berdasarkan letak tumbuhnya pada pohon inang, pertumbuhan epifit dibagi menjadi
beberapa zonasi yaitu zonasi satu sampai dengan lima. Zonasi 1 yaitu pada bagian
batang bawah, zonasi dua yaitu bagian batang tengah sampai bertemu percabangan
yang pertama. Zonasi tiga pada percabangan pertama sampai kedua. Zonasi 4 pada
percabangan kedua dan seterusnya dan Zonasi 5 pada ujung. Hasil pengamatan di
Kawasan Rowo Bayu yang telah dilakukan menunjukkan bahwa zonasi 2 merupakan
lokasi terbanyak pada pohon inang yang banyak ditumbuhi oleh epifit. Sedangkan
zonasi 5 yang paling sedikit. Selain itu faktor abiotik juga mempengaruhi
pertumbuhan epifit. Semakin tinggi intensitas cahaya, maka semakin sedikit
tumbuhan epifit yang ditemukan, dan semakin tinggi kelembaban udara, maka
semakin banyak tumbuhan epifit yang ditemukan. Hal ini sesuai dengan banyak
sedikitnya tumbuhan epifit yang ditemukan di daerah Rowo Bayu.
Gambar 3. Permukaan batang pohon inang epifit
#RowoBayu, Banyuwangi
#Team (Purnomo, Maria Florentina D.Bhoke., Maryam Ade Lina, Apriv Kukuh Azzahra, Rodliyati Azriyaningsih, Kiswoyo)
